ASPIRASI#3 Global Warming
SAVE THE WORLD
Setelah berhasil meraih sukses dalam parade musik yang di gelar di tahun-tahun sebelumnya, yakni dalam Parade Musik Underground Amal ASPIRASI, dan Parade Musik ASPIRASI#2 “Unity and Equality”, untuk ke tiga kalinya mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang melalui wadah Lembaga Semi Otonom (LSO) Organisasi Pecinta Seni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (OPIUM) kembali menggelar Parade Musik ASPIRASI#3 “Global Warming”.
Tahun ini Parade Musik ASPIRASI kembali dihadirkan namun dengan tema yang berbeda. Apabila di tahun yang pertama bertajuk amal untuk korban banjir di Jember, dan tahun kedua mengangkat tema “Persatuan dan Persamaan Hak”, maka di tahun ini adalah dalam rangka mendukung program internasional yaitu kampanye tentang “Bahaya Pemanasan Global” atau yang biasa disebut “Global Warming”.
Menurut panitia penyelenggara dari OPIUM, pada saat ini bumi menghadapi pemanasan yang sangat cepat, yang disebabkan aktivitas manusia. Pemanasan global ini mengakibatkan terjadinya berbagai macam bencana ekologis diberbagai pelosok bumi. Namun di negeri ini, isu ini kurang terdengar. Isu ini kalah santer dengan berbagai isu politik. Ia tenggelam di antara berita perceraian artis, sengketa tanah, dan kecelakaan yang sering terjadi. ”Padahal isu ini telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia. Meski diberitakan dunia bisa kiamat akibat pemanasan global ini, namun masih kurang timbulnya kesadaran dari masyarakat kita untuk menjadikan global warming ini sebagai suatu masalah yang harus segera diminimalisir. Pada umumnya sikap masyarakat kita seperti tidak peduli terhadap pemanasan global,” tutur Rendra Fatrisna Kurniawan selaku ketua pelaksana kegiatan ini.
Menyadari akan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya pemanasan global, mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan turut terpanggil untuk turut mendukung program kampanye yang telah dicanangkan dunia tersebut. ”Pemanasan global adalah masalah kita semua, dan semua pihak harus terlibat mengatasinya. Jika kita mau menyelamatkan bumi dan segala kehidupan di atasnya, tidak ada cara lain, sekarang kita harus bertindak menyelamatkan bumi dari pemanasan global,” ungkap Dimas Novib yang menjabat sebagai ketua OPIUM 2007.
Salah satu wujud nyata upaya untuk menghimbau kesadaran masyarakat dalam menyikapi bahaya pemanasan global tersebut yakni masing-masing band peserta parade musik di himbau untuk memberikan orasi pendek sebelum mereka memulai aksi panggungnya. Dalam Parade Musik ASPIRASI#3 itu dibagikan 1000 eksemplar newsletter atau buletin tentang berbagai hal yang terkait dengan pengertian pemanasan global atau ”Global Warming”, berbagai penyebab, dampak yang dapat ditimbulkan, upaya-upaya praktis untuk menghambat pemanasan global, dan lain sebagainya.
Tidak lupa dibagikan pula 1500 lembar stiker yang berisikan seruan untuk menghentikan pemanasan global. Selain itu OPIUM selaku panitia penyelenggara Parade Musik ASPIRASI#3 ini juga mengundang kurang lebih 50 organisasi mahasiswa di kota Malang. Kemudian masih dalam mendukung tema sosial yang diangkat, sebagian pendapatan dari kegiatan tersebut di sumbangkan untuk korban banjir Jawa Timur 2008 melalui Jawa Pos Radar Malang.
Dalam acara yang digelar pada 6 Januari itu, dimeriahkan oleh 26 band tidak hanya dari kota Malang saja, namun juga diikuti band asal Surabaya dan Jakarta. Band yang menjadi pengisi acara tersebut antara lain Begundal Lowokwaru, Alergi Kentes, Last Car Bitch, Buronsel, Rakjat Merdeka, The Apathies, Mokers, Malang Trauma Service, The Sensitive Guys, Kurang Normal, Signo Vinces, Banana Star, Formalin, Kress, Jek, Chick In Ur Mind, Dolydead, Hollyshit, Slaughter Victim, Little Warrior, Ballroom, Anger Fire, Unspoken, Merrygoround, sedangkan dari Surabaya dan Jakarta yakni Triband dan The Sabotage.
Acara tahunan yang diselenggarakan ketiga kalinya ini mendatangkan lebih dari 1500 orang penonton dari berbagai kalangan anak muda. Bahkan parade musik ini juga menarik minat penonton dari berbagai kota, mulai dari Tulung Agung, Blitar, Probolinggo, Sidoarjo, Surabaya sampai dengan Jakarta.
Meski sempat terdapat perubahan rencana yang sangat mendadak yakni pemindahan lokasi kegiatan, yang semula akan digelar di Gedung KNPI Malang karena beberapa hal berkaitan dengan masalah tehknis, maka acara di pindahkan di gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang. Namun ternyata perubahan lokasi yang tiba-tiba tersebut tidak mengurangi minat dan semangat para kawula muda, acara tersebut tetap berjubel penonton.
OPIUM sebagai penyelenggara kegiatan juga berharap, di Universitas Negeri Malang khususnya Fakultas Ilmu Pendidikan, parade musik ini tidak berhenti sampai disini namun tetap digelar dengan berbagai tema sosial lain yang lebih kreatif dan menarik.
