Parade Musik ASPIRASI#2
Unity and Equality
Setelah sukses dalam Parade Musik Underground Amal Aspirasi yang diselenggarakan di gedung C1 Universitas Negeri Malang pada akhir tahun 2005 yang lalu, kembali mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan melalui wadah Lembaga Semi Otonom (LSO) Organisasi Pecinta Seni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (OPIUM) menyelenggarakan Parade Musik Aspirasi#2. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya yang bertajuk amal untuk korban longsor di Jember, parade musik kali ini murni sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap seni sekaligus realisasi dari program kerja tahunan OPIUM.
Turut memeriahkan suasana, acara yang digelar pada 26 November 2006 ini diikuti oleh 19 band tidak hanya dari kota Malang tetapi juga diikuti band asal Lawang dan Blitar. Adapun band yang menjadi pengisi acara tersebut antara lain Begundal Lowokwaru, Alergi Kentes, The Apatheis, Sekarat, Mokers, Rakjat Merdeka, Tumpenk Maut, Alergi Nyocot, Traffic Light, Children of Terror, Politica, Unspoken, DR, Soul Off, Shut Dish Momspears, Sackral, Kurang Normal, Run Rain Beer, sedangkan dari Blitar yakni Sinoffering. Namun DR, Soul Off, dan Shut Dish Momspears tidak dapat tampil karena kendala waktu.
Acara ini menarik lebih dari seribu orang penonton yang kebanyakan adalah anak muda, baik pelajar, mahasiswa, sampai dengan para punkers dari berbagai kalangan. Bukan hanya anak muda kota Malang saja, namun acara yang digelar di gedung J9 Universitas Negeri Malang ini juga menarik minat anak muda dari berbagai kota, mulai dari Blitar, Lawang, Sidoarjo, Surabaya, sampai dengan Jakarta, bahkan tampak pula beberapa mahasiswa pertukarab pelajar dari Jerman.
Panitia penyelenggara OPIUM menyatakan melalui kegiatan yang disponsori oleh X-Mild ini memang ingin menunjukkan wujud persatuan dan persamaan hak dalam seni tanpa harus membeda-bedakan status seseorang. “Membangun semangat persamaan hak dan mengembangkan solidaritas adalah tujuan kami, melalui parade musik Aspirasi inilah kami mencoba mewujudkannya,” tutur Nanok Triono yang menjabat sebagai ketua OPIUM 2006.
Acara tahunan yang diadakan kedua kalinya ini digelar dengan mengemas berbagai band dari berbagai aliran musik, termasuk Punk, Hardcore, Death Metal, Black Metal dan lain sebagainya. “Jika dalam parade musik yang digelar organisasi kampus biasanya dibatasi non underground, maka disini kita tidak demikian. Kita memberikan wadah bagi semua pencinta musik untuk mengekspresikan diri mereka,” papar Rendra Fatrisna Kurniawan selaku ketua pelaksana acara tersebut.
Konsep tersebut ternyata mendapat sambutan yang sangat baik dari para pecinta musik kota Malang dan sekitarnya, hal ini terbukti dengan melubernya para pendaftar band pendukung acara. “Hanya dalam wakrtu sehari saja kapasitas pengisi acara telah penuh, kita bahkan sampai kewalahan untuk menutup pendaftaran,” ungkap Dimas Noveb, salah satu panitia penyelenggara.
Dalam perjalanannya, acara tersebut dimulai pukul 10.22 WIB, lebih siang 22 menit dari yang telah dijadwalkan sebelumnya. Namun hal ini tidak mengurangi semangat baik dari para peserta maupun penonton, bahkan semakin siang acara tersebut justru semakin sesak dipadati penonton. Yang menarik, hingga acara ini berakhir pada pukul 19.00 WIB penonton masih juga tak kunjung surut, apalagi acara ini ditutup dengan tiga band yang sudah tidak asing lagi ditelinga para pencinta musik, yakni Begundal Lowokwaru, dilanjutkan Sekarat, dan diakhiri dengan Alergi Kentes.
OPIUM sebagai penyelenggara juga berharap, di Universitas Negeri Malang khususnya Fakultas Ilmu Pendidikan, parade musik yang mewadahi berbagai jenis musik termasuk berbagai genre underground semacam ini, nantinya tidak berhenti sampai disini namun akan tetap digelar dengan berbagai tema yang lebih kreatif dan menarik.