“FIP-VOICE”
History off ……………“FIP-VOICE”
Paduan Suara Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang “FIP-VOICE” merupakan suatu kegiatan mahasiswa pecinta seni, khususnya dalam bidang seni suara. Paduan suara mahasiswa “FIP-VOICE” berdiri sekitar pada tahu 2000, yang bermula dari diadakannya Lomba Paduan Suara Antar Fakultas (LPSAF) yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Paduan Suara Mahasiswa Swara Satata Cakti Universitas Negeri Malang. Dimana perserta dari LPSAF tersebut adalah perwakilan dari seluruh Fakultas yang ada di Universitas Negeri Malang dan diantaranya adalah Fakultas Ilmu Pendidikan.
Dengan alasan LPSAF iutlah maka mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan tergerak untuk ikut serta dan berpartisipasi memeriahkan acara tersebut, meski tanpa ada fasilitas dan sarana yang memadai tidak menjadi masalah atau penghalang tekad bulat mereka, akhirnya atas izin dan dukungan dari berbagai pihak termasuk Fakultas maka mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan membentuk komunitas paduan suara mahasiswa yang diberi nama “FIP-VOICE”.
Dengan semangat dan kerja keras yang tinggi paduan suara mahasiswa “FIP-VOICE” mempersiapkan diri secara maksimal kurang lebih selama 3 bulan untuk mengikuti LPSAF untuk pertama kalinya. Tetapi sayangnya “Dewi Fortuna” belum berpihak pada “FIP-VOICE” sehingga pada kesempatan perdana ini “FIP-VOICE” hanya dapat menduduki posisi ke-empat dari lima Fakultas yang ikut berpartisipasi. Tetapi keadaan yang demikian ini tidak membuat “FIP-VOICE” merasa terpukul, karena masih ada kesempatan lagi di tahun-tahun berikutnya, karena pada tahun 2000 tersebut secara resmi LPSAF ditetapkan oleh Rektor Universitas Negeri Malang untuk dijadikan sebagai ajang prestasi antar Fakultas yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali dengan peserta yaitu perwakilan seluruh Fakultas di Universitas Negeri Malang.
Pada tahun 2001 setelah penerimaan mahasiswa baru, mahasiswa pecinta paduan suara ini semakin bersemangat lagi untuk mengikuti LPSAF yang kedua karena anggota dari “FIP-VOICE” semakin bertambah banyak, sehingga mereka merasa yakin dan mantap bahwa kali ini penampilan dari “FIP-VOICE” akan lebih baik sehingga diharapkan nantinya akan dapat membawa pulang piala yang sempat terlewatkan tahun lalu. Tetapi sayangnya usaha mereka sia-sia karena lagi-lagi “Dewi Fortuna” belum berpihak, dan yang terjadi “FIP-VOICE” untuk kedua kalinya mengalami kekalahan dan hanya berhasil duduk di posisi ke-empat dari empat Fakultas yang turut berpartisipasi.
Sekali lagi kenyataan pahit ini tidak membuat semangat “FIP-VOICE” turun, mereka tetap berusaha keras untuk tetap dapat kembali berpartisipasi. Pada tahun 2002 untuk ketiga kalinya “FIP-VOICE” mengikuti LPSAF, tetapi lagi-lagi, dan lagi-lagi “FIP-VOICE” harus menelan “Pil Pahit” karena pada kesempatan ketiga ini “FIP-VOICE” hanya mampu bertahan pada posisi ke-lima dari lima Fakultas yang mengikuti, sungguh perjalanan yang melelahkan dan berakhir menyedihkan.
Hal inilah yang mengakibatkan pertahanan “FIP-VOICE” hancur, semangat mereka yang membara bagaikan api olimpiade kini lambat laun mulai meredup karena mereka merasa sangat sedih dan kecewa sekali, mereka merasa semua pengorbanan dan perjuangan yang telah dilakukan hanyalah sia-sia belaka. Dan saking kecewanya akhirnya “FIP-VOICE” mengalami kelumpuhan kegiatan yang mengakibatkan vacuum selama kurang lebih hampir dua tahun “FIP-VOICE” hilang dari peredaran alias gak jelas atau bisa dikatakan mati.
Tetapi jangan salah menduga dulu, sepertinya sejarah baru akan terlahir pada awal tahun 2005 keajaiban satu demi satu mulai pindah arah dan Dewi Fortuna mulai menunjukkan auranya, tak diduga tak disangka semangat membara “FIP-VOICE” yang selama ini memudar padam kini telah bangkit kembali. Keinginan untuk merebut piala-piala yang selama ini menjadi tujuan akhir perjuangan LPSAF telah tergambar jelas dibenak “FIP-VOICE” yang harus diwujudkan dengan pengorbanan dan kerja keras yang tinggi.
Dengan bantuan banyak pihak pada tahun 2005 “FIP-VOICE” gencar menyuarakan kembali keberadaannya dengan tujuan mendapatkan simpati dan dukungan serta menggaet anggota baru sebanyak-banyaknya yang mau dan siap berkorban untuk ikut serta merebut kemanangan yang selama ini terlewatkan begitu saja. Ternyata teriakan-teriakan ini disambut hangat dan antusias oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan. Perasaan senang, bangga, dan terharu menyelimuti “FIP-VOICE” karena tak diduga wajah-wajah baru mulai banyak berdatangan dan menyatakan siap membantu. Singkat cerita anggota “FIP-VOICE” membludak meski sesudah LPSAF mereka kembali menghilang, tetapi paling tidak nama-nama mereka pernah menghiasi monumen sejarah “FIP-VOICE”.
Bak perang merebut kemerdekaan semangat empat-lima pantang menyerah telah hadir kembali di tengah-tengah hati, jiwa, dan raga “FIP-VOICE”. Dengan penuh optimis dan percaya diri pada tanggal 25 November 2005, setelah melakukan persiapan yang maksimal selama kurang lebih tiga bulan “FIP-VOICE” kembali hadir untuk pertama kalinya setelah dua kali absen LPSAF. Sungguh suatu keajaiban pada kesempatan ini pula untuk pertama kalinya“FIP-VOICE” dapat tersenyum dengan lega,karena pada malam itu “FIP-VOICE” menjadi juara pertama sekaligus mendapatkan Piala Rektor. Impas sudah hutang yang selama ini menyelimuti benak “FIP-VOICE” tidaklah sia-sia perjuangan yang dilalui, setelah jatuh bangun berkali-kali bahkans empat vacuum dan mati akhirnya “FIP-VOICE” mampu bertengger di puncak tertinggi ajang bergengsi tingkat Fakultas ini.
Prestasi yang membanggakan inilah pada akhirnya membuat pihak Fakultas merasa perlu memfasilitasi dan mendukung penuh seluruh kegiatan mahasiswa baik dalam bidang seni maupun bidang yang lainnya, dengan mendirikan sebuah Lembaga Semi Otonom (LSO). Dan pada tanggal 2 Mei 2005 bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, LSO Kesenian Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang “OPIUM” resmi didirikan dan disahkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, sebagai wadah bakat, minat, dan kreatifitas mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan.
LSO Kesenian “OPIUM” ini di dalamnya berisikan tiga macam bidang kegiatan yang berbeda antara lain paduan suara (FIP-VOICE), seni musik (SIMFONI), dan teater (JUNJUNG BUDOYO) dimana ketiga bidang tersebut sebelumnya berdiri sendiri-sendiri dengan sejarah dan perjuangan yang berbeda-beda. Tetapi dengan didirikannya LSO Kesenian “OPIUM” ini maka status ketiganya adalah sama karena berada dalam satu wadah yaitu seni, dan tidak menutup kemungkinan kepada ketiganya untuk bekerjasama atau berkolaborasi.
Setelah resmi bergabung dan hidup dalam wadah yang sama dan satu tujuan yaitu melestarikan budaya maka dalam pelaksanaan setiap kegiatan selalu dapat berjalan dengan baik karena ketiga bidang tersebut selalu bekerjasama dan saling membantu. Tetapi meskipun demikian rasa khawatir dan takut tetap ada, apalagi kegiatan juga semakin banyak sehingga konsentrasi untuk mengikuti LPSAF menjadi terpecah, bagaimanapun juga meski semua terasa was-was tetapi semangat dan kerja keras tidak boleh luntur.
Dengan persiapan yang hanya satu setengah bulan ini, dengan penuh percaya diri dan semangat serta optimisme yang tinggi pada tanggal 8 Desember 2006 untuk kedua kalinya “FIP-VOICE” berhasil menjadi juara peratama dan membawa pulang kembali piala kehormatan yaitu Piala Bergilir Rektor, serta menjadi juara favorit pilihan penonton. Rupa-rupanya pepatah “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian” benar-benar dirasakan dan dialami “FIP-VOICE”.
Demikianlah sekilas perjuangan “FIP-VOICE”. Eeittzzz ……………, tunggu jangan senang dulu perjuangan kita masih panjang …………… untuk mempertahankan dan meneruskan semua perjuangan ini, so c’mon teman-teman mari bergabung berjuang bersama “FIP-VOICE” untuk mengikuti LPSAF selanjutnya tahun 2007, dan sekarang giliran kalian yang melanjutkan perjuangan kita semua ok!!!!!
SALAM
“FIP-VOICE”
FIP aa …… FIP wess ……
Ungkapkan Cinta dengan Bunga
Peringatan HIV/AIDS
Sebagai wujud kepedulian Mahasiswa Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Malang terhadap penyebaran HIV/AIDS , pada awal Desember lalu Organisasi Pecinta Seni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (OPIUM) turut memperingati Hari AIDS sedunia dengan menggelar kegiatan di depan gedung Fakultas Ilmu Pendidikan E1 UM. Kegiatan tersebut berupa pembagian bunga disertai iringan musik akustik yang dimainkan oleh para pemusik OPIUM.
Kegiatan yang diselenggarakan pada 4 Desember 2006 ini dimaksudkan sebagai simbol keinginan OPIUM untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat UM, khususnya mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan untuk mencegah HIV/AIDS sedini mungkin, diantaranya dengan menghindari pergaulan bebas.
Sebagaimana tema yang diangkat yakni “Ungkapkan Cinta dengan Bunga”, Haima R yang ditunjuk sebagai ketua pelaksana menjelaskan hendaknya para mahasiswa mampu untuk menyaring berbagai pengaruh dari era globalisasi, yang salah satu dampak negatifnya adalah membawa remaja menjurus pada pergaulan bebas. “Maka ungkapkanlah cinta dengan pemberian bunga, jangan sampai menjadikan ML (Making Love) sebagai suatu simbol ungkapan cinta,” papar Haima yang juga mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan 2004 ini.
Dengan kegiatan semacam ini, diharapkan kepedulian para mahasiswa dalam menjaga dirinya di era yang serba modern ini, khususnya mahasiswa adalah Agent of Chage yang harus mampu untuk menjadi sauri teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
PENTAS ALAM ……………
PENTAS ALAM de “CANGAR”
Seperti yang telah kita ketahui bersama di usianya yang masih terbilang sangat muda ini (hampir satu tahun berjalan), Organisasi Pecinta Seni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang “OPIUM” telah banyak sekali berhasil mengikuti dan menyelenggarakan berbagai macam kegiatan, karena hal itulah maka “OPIUM” sangatlah memerlukan banyak sekali orang-orang yang mampu dan berbakat untuk membantu mensukseskan dan meneruskan perjalanan “OPIUM” sampai pada puncak keemasannya nanti.
Untuk mendapatkan regenerasi yang bermutu, bertanggung jawab dan dapat dipercaya keseriusan dan keloyalitasannya pada organisasi ini, maka “OPIUM” perlu dan wajib melakukan penjaringan khusus atau yang lebih dikenal dengan istilah DIKLAT. Dimana diklat ini boleh diikuti oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.
Berdasarkan uraian alasan di atas maka pada tanggal 9-10 Desember 2006 kemarin, yang bertempat di Taman Hutan Raya “CANGAR” Organisasi Pecinta Seni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang “OPIUM” dan dipimpin oleh sausara Aristio Pribadi (selaku Ketua Pelaksana) dan dikomandoi oleh saudara Nanok Triyono (selaku Ketua Umum) telah berhasil menyelenggarakan “PENTAS ALAM”.
Dimana kegiatan dalam “PENTAS ALAM” tersebut tidak hanya sekedar penyelenggaraan pementasan seni biasa tetapi sekaligus pelaksanaan DIKLAT ALAM calon anggota baru “OPIUM”. Dan perlu diketahui juga bahwasannya diklat ini merupakan pertama kalinya dilakukan oleh “OPIUM” mengingat bahwa regenerasi baru pertama kali ini dilaksanakan.
Karena Organisasi Pecinta Seni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang “OPIUM” di dalamnya terdiri dari tiga macam bidang kesenian, maka tentunya kegiatan yang dilaksanakannyapun sangatlah banyak dan menarik seperti:
-
Temu akrab dan sharing
-
Materi-materi tentang pengorganisasian dan kepemimpinan
-
Materi-materi perbidang
-
Permainan-permainan Out Bound
-
Latihan-latihan vocal dan pernafsan
-
Latihan mental
-
Pentas seni dan Inagurasi.
Dimana kegiatan-kegiatan tersebut merupakan serangkaian ritual yang wajib dilewati dan ditempuh secara baik dan benar oleh seluruh calon anggota “OPIUM” sebagai prasyarat keabsahan mereka untuk menjadi anggota resmi “OPIUM”.
Dari serangkaian yang telah disebutkan di atas terdapat satu kegiatan yang sifatnya sangat penting dan bermanfaat yaitu Latihan Mental. Latihan mental disini bukan berarti kita melakukan penggemblengan seperti yang dilakukan di setiap kegiatan OSPEK tetapi penanaman mental di sini yaitu mengajak mereka untuk membuang jauh rasa malu dan ketidakpercayadirian karena dalam hal berkesenian kita harus memiliki mental baja, yaitu percaya diri yang tinggi. Bagaimana kita bisa menghibur orang lain kalau kita sendiri tidak percaya diri dengan diri kita sendiri … ???.
Maka dari itulah mereka kita ajari untuk menjadi, kalau orang Jawa bilang “RAI GEDEG” atau artinya gak punya malu. Eh … eh … tapi jangan diartikan negatif ya, karena ini hanya sebuah perumpamaan. Untuk menanamkan rasa percaya diri serta siap mental dan tahan banting maka di sana mereka harus menghibur dengan cara mengamen, ataupun berakting yang lain untuk menarik simpati serta membuat orang-orang pengunjung Taman Hutan Raya “CANGAR” tersebut menjadi terhibur.
Sungguh tak disangka ternyata mereka (calong angota baru “OPIUM”) sangat berbakat loh, mereka semua berhasil membuat para pengunjung terbahak-bahak sampai sakit perut melihat keanehan serta kelucuan dari mereka. Dan perlu kita acungkan jempol bagi seluruh peserta DIKLAT perdana “OPIUM” karena hanya dengan waktu kurang lebih dua jam saja mereka berhasil menarik simpatisan yang luar biasa banyak, dan tak jarang dari mereka para pengunjung tempat wisata tersebut memberikan sedikit uang pada kita, sebagai imbalan apa yang telah kita lakukan yaitu tentu saja membuat mereka tertawa dan senang.
Meskipun saat berlangsungnya kegiatan “PENTAS ALAM” yang dilakukan oleh “OPIUM” selama dua hari di Taman Hutan Raya “CANGAR”, selalu diwarnai dengan keadaan dan situasi alam yang kurang bersahabat yaitu hujan deras yang terus berlangsung secara besar-besaran pada hari pertama dan angin kencang pada hari ke dua, tapi hal itu tidaklah membuat semangat dan keseriusan kami semua dalam mensukseskan “PENTAS ALAM” sekaligus DIKLAT pedana ini.
Demikian sekilas cerita “PENTAS ALAM” OPIUM CANGAR yang telah sukses melahirkan anggota baru.
Selamat bagi teman-teman yang telah berhasil menjadi anggota baru “OPIUM”. Mari bersatu kita ekspresikan diri kita. Semangat, semangat …………… !!!!!
LAUNCHING OPIUM
Bangkitnya Seni FIP UM
OPIUM atau dengan kata lain Organisasi Pecinta Seni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang dilahirkan memang dengan tujuan pertama yakni untuk menjalin dan mengeksploitasi mahasiswa FIP UM yang memang memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan seni. Pemikiran seperti itu timbul dari kemampuan mahasiswa FIP UM dalam bidang seni yang sebenarnya sangat berpotensi terhambat ketika tidak adanya media yang menyalurkannya.
Oleh karena itu beberapa gelintir mahasiswa FIP yang pada waktu itu membicarakan hal ini kemudian berniat untuk merealisasikan terbentuknya suatu media di FIP agar fenomena seperti yang sudah ada bisa tertata dengan baik, dalam artian agar mahasiswa yang benar-benar ingin berkreasi dengan kemampuan seninya bisa mewujudkan hal itu dengan baik.
Dengan kekuatan segelintir mahasiswa FIP tersebut, dasar pemikiran yang sudah ada akhirnya diperjuangkan untuk direalisasikan menjadi suatu wadah untuk menampung dan mengeksploitasi jiwa seni mahasiswa FIP kepada petinggi FIP UM. Setelah usulan tersebut sudah masuk di petinggi FIP UM dan dipikirkan matang-matang, kurang lebih sekitar satu minggu dasar pemikiran tersebut akhirnya diterima dan diperbolehkan untuk dibentuk suatu media untuk menampung serta mengeksploitasi kemampuan seni mahasiswa FIP UM dalam bentuk Lembaga Semi Otonom yang secara langsung mempunyai garis koordinasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa FIP UM. Hal ini dalam artian kinerja dari media ini nantinya juga akan berhubungan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa FIP UM dan yang paling membuat bertambah puas yakni dengan adanya dana penunjang LSO dari FIP UM yang dapat digunakan sebagai penunjang berjalannya organisasi pada masa selanjutnya.
Setelah melihat keputusan tersebut, langkah pertama segelintir mahasiswa yang memperjuangkan dasar pemikiran tersebut yakni mencari dan menetapkan sebuah nama untuk LSO seni ini. Waktu itu, dirundingkan banyak sekali nama-nama yang akan dipakai antara lain SENPI (Seni Pendidikan), Art Education, FOS (FIP On Stage), dll. Setelah melalui perundingan lagi akhirnya nama OPIUM (Organisasi Pecinta Seni FIP UM) mulai diterima. OPIUM sendiri diambil dari banyak pemikiran antara lain dari segi kepanjangan kata, yakni dengan pemikiran bahwa kita adalah sebuah organisasi dan kita bergerak dibidang seni FIP UM serta dalam organisasi ini kita juga bertujuan untuk mengumpulkan dan mengeksploitasi pemikiran yang ada pada mahasiswa FIP UM. Oleh karena itu karena itu kemudian kata OPIUM juga muncul. Dari segi makna yakni OPIUM atau didunia luar dikenal sebagai sesuatu yang sangat kuat yang membuat seseorang menjadi ketagihan, merasa bebas berekspresi, dan mempengaruhi kinerja otak yang menggunakan. Tapi dari kata OPIUM kita menarik makna bahwa kita berasal dari kekuatan untuk merubah image FIP UM, kita bergerak dibidang seni yang menurut kita seni tidak akan membosankan dan kita melakukan serta memikirkan setiap hari, dalam seni kita juga memiliki ekspresi diri yang ditonjolkan, serta ketika seni itu sudah ada dipikiran kita, maka kita akan terus berpikir untuk mencari sesuatu agar seni itu bisa muncul seperti apa yang kita harapkan.
Dari hal tersebut akhirnya nama OPIUM ditetapkan untuk jadi sebuah media seni bagi mahasiswa FIP UM. Setelah itu kemudian dirundingkan tiga bidang seni yang ada dalamnya yakni Musik Simphony, Teater Junjung Budoyo, dan Paduan Suara FIP Voice. Kemudian dibentuk lagi struktur organisasi yakni ada ketua, sekretaris, bendahara, koordinator bidang, dan anggota.
Setelah itu baru tanggal 3 Mei 2006 OPIUM diresmikan oleh Fakultas dan dihadiri oleh perwakilan fakultas yakni Drs. Mahmud Yunus M. Kes selaku Pembantu Dekan III FIP UM dan Harinto, SE selaku KaBag Kemahasiswaan FIP UM. Selain itu teman-teman dari fakultas luar FIP juga turut hadir dalam acara ini. Kegiatan launching ini sendiri berupa penampilan dari tiga bidang seni dalam panggung sederhana berbalut geber hitam didepan gedung D1 FIP UM.
Tema yang diambil yakni KELAHIRAN yang diperankan oleh teman-teman dari Teater Junjung Budoyo, serta diiringi musik oleh Musik Simphony, dan menampilkan unjuk suara oleh teman-teman paduan suara FIP Voice, kemudian acara launching ini ditutup dengan pertunjukan akustik dari Musik Simphony. Tema ini meyakinkan bahwa OPIUM telah resmi ada atau telah lahir untuk berjuang dalam bidang seni di lingkup FIP UM.
Dari kelahiran ini nantinya diharapkan keberadaan OPIUM dihadapan FIP UM khususnya dan di UM pada umumnya bisa semakin berkembang. Selain itu keberadaan OPIUM juga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa yang berkeinginan untuk memajukan kemampuan dirinya. Semoga dengan adanya OPIUM image Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang dari tahun ke tahun baik dari segi akademis maupun kreatifitas bisa lebih baik lagi … amin, amin, amin.
Parade Musik ASPIRASI#2
Unity and Equality
Setelah sukses dalam Parade Musik Underground Amal Aspirasi yang diselenggarakan di gedung C1 Universitas Negeri Malang pada akhir tahun 2005 yang lalu, kembali mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan melalui wadah Lembaga Semi Otonom (LSO) Organisasi Pecinta Seni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (OPIUM) menyelenggarakan Parade Musik Aspirasi#2. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya yang bertajuk amal untuk korban longsor di Jember, parade musik kali ini murni sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap seni sekaligus realisasi dari program kerja tahunan OPIUM.
Turut memeriahkan suasana, acara yang digelar pada 26 November 2006 ini diikuti oleh 19 band tidak hanya dari kota Malang tetapi juga diikuti band asal Lawang dan Blitar. Adapun band yang menjadi pengisi acara tersebut antara lain Begundal Lowokwaru, Alergi Kentes, The Apatheis, Sekarat, Mokers, Rakjat Merdeka, Tumpenk Maut, Alergi Nyocot, Traffic Light, Children of Terror, Politica, Unspoken, DR, Soul Off, Shut Dish Momspears, Sackral, Kurang Normal, Run Rain Beer, sedangkan dari Blitar yakni Sinoffering. Namun DR, Soul Off, dan Shut Dish Momspears tidak dapat tampil karena kendala waktu.
Acara ini menarik lebih dari seribu orang penonton yang kebanyakan adalah anak muda, baik pelajar, mahasiswa, sampai dengan para punkers dari berbagai kalangan. Bukan hanya anak muda kota Malang saja, namun acara yang digelar di gedung J9 Universitas Negeri Malang ini juga menarik minat anak muda dari berbagai kota, mulai dari Blitar, Lawang, Sidoarjo, Surabaya, sampai dengan Jakarta, bahkan tampak pula beberapa mahasiswa pertukarab pelajar dari Jerman.
Panitia penyelenggara OPIUM menyatakan melalui kegiatan yang disponsori oleh X-Mild ini memang ingin menunjukkan wujud persatuan dan persamaan hak dalam seni tanpa harus membeda-bedakan status seseorang. “Membangun semangat persamaan hak dan mengembangkan solidaritas adalah tujuan kami, melalui parade musik Aspirasi inilah kami mencoba mewujudkannya,” tutur Nanok Triono yang menjabat sebagai ketua OPIUM 2006.
Acara tahunan yang diadakan kedua kalinya ini digelar dengan mengemas berbagai band dari berbagai aliran musik, termasuk Punk, Hardcore, Death Metal, Black Metal dan lain sebagainya. “Jika dalam parade musik yang digelar organisasi kampus biasanya dibatasi non underground, maka disini kita tidak demikian. Kita memberikan wadah bagi semua pencinta musik untuk mengekspresikan diri mereka,” papar Rendra Fatrisna Kurniawan selaku ketua pelaksana acara tersebut.
Konsep tersebut ternyata mendapat sambutan yang sangat baik dari para pecinta musik kota Malang dan sekitarnya, hal ini terbukti dengan melubernya para pendaftar band pendukung acara. “Hanya dalam wakrtu sehari saja kapasitas pengisi acara telah penuh, kita bahkan sampai kewalahan untuk menutup pendaftaran,” ungkap Dimas Noveb, salah satu panitia penyelenggara.
Dalam perjalanannya, acara tersebut dimulai pukul 10.22 WIB, lebih siang 22 menit dari yang telah dijadwalkan sebelumnya. Namun hal ini tidak mengurangi semangat baik dari para peserta maupun penonton, bahkan semakin siang acara tersebut justru semakin sesak dipadati penonton. Yang menarik, hingga acara ini berakhir pada pukul 19.00 WIB penonton masih juga tak kunjung surut, apalagi acara ini ditutup dengan tiga band yang sudah tidak asing lagi ditelinga para pencinta musik, yakni Begundal Lowokwaru, dilanjutkan Sekarat, dan diakhiri dengan Alergi Kentes.
OPIUM sebagai penyelenggara juga berharap, di Universitas Negeri Malang khususnya Fakultas Ilmu Pendidikan, parade musik yang mewadahi berbagai jenis musik termasuk berbagai genre underground semacam ini, nantinya tidak berhenti sampai disini namun akan tetap digelar dengan berbagai tema yang lebih kreatif dan menarik.

