“FIP-VOICE”
History off ……………“FIP-VOICE”
Paduan Suara Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang “FIP-VOICE” merupakan suatu kegiatan mahasiswa pecinta seni, khususnya dalam bidang seni suara. Paduan suara mahasiswa “FIP-VOICE” berdiri sekitar pada tahu 2000, yang bermula dari diadakannya Lomba Paduan Suara Antar Fakultas (LPSAF) yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Paduan Suara Mahasiswa Swara Satata Cakti Universitas Negeri Malang. Dimana perserta dari LPSAF tersebut adalah perwakilan dari seluruh Fakultas yang ada di Universitas Negeri Malang dan diantaranya adalah Fakultas Ilmu Pendidikan.
Dengan alasan LPSAF iutlah maka mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan tergerak untuk ikut serta dan berpartisipasi memeriahkan acara tersebut, meski tanpa ada fasilitas dan sarana yang memadai tidak menjadi masalah atau penghalang tekad bulat mereka, akhirnya atas izin dan dukungan dari berbagai pihak termasuk Fakultas maka mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan membentuk komunitas paduan suara mahasiswa yang diberi nama “FIP-VOICE”.
Dengan semangat dan kerja keras yang tinggi paduan suara mahasiswa “FIP-VOICE” mempersiapkan diri secara maksimal kurang lebih selama 3 bulan untuk mengikuti LPSAF untuk pertama kalinya. Tetapi sayangnya “Dewi Fortuna” belum berpihak pada “FIP-VOICE” sehingga pada kesempatan perdana ini “FIP-VOICE” hanya dapat menduduki posisi ke-empat dari lima Fakultas yang ikut berpartisipasi. Tetapi keadaan yang demikian ini tidak membuat “FIP-VOICE” merasa terpukul, karena masih ada kesempatan lagi di tahun-tahun berikutnya, karena pada tahun 2000 tersebut secara resmi LPSAF ditetapkan oleh Rektor Universitas Negeri Malang untuk dijadikan sebagai ajang prestasi antar Fakultas yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali dengan peserta yaitu perwakilan seluruh Fakultas di Universitas Negeri Malang.
Pada tahun 2001 setelah penerimaan mahasiswa baru, mahasiswa pecinta paduan suara ini semakin bersemangat lagi untuk mengikuti LPSAF yang kedua karena anggota dari “FIP-VOICE” semakin bertambah banyak, sehingga mereka merasa yakin dan mantap bahwa kali ini penampilan dari “FIP-VOICE” akan lebih baik sehingga diharapkan nantinya akan dapat membawa pulang piala yang sempat terlewatkan tahun lalu. Tetapi sayangnya usaha mereka sia-sia karena lagi-lagi “Dewi Fortuna” belum berpihak, dan yang terjadi “FIP-VOICE” untuk kedua kalinya mengalami kekalahan dan hanya berhasil duduk di posisi ke-empat dari empat Fakultas yang turut berpartisipasi.
Sekali lagi kenyataan pahit ini tidak membuat semangat “FIP-VOICE” turun, mereka tetap berusaha keras untuk tetap dapat kembali berpartisipasi. Pada tahun 2002 untuk ketiga kalinya “FIP-VOICE” mengikuti LPSAF, tetapi lagi-lagi, dan lagi-lagi “FIP-VOICE” harus menelan “Pil Pahit” karena pada kesempatan ketiga ini “FIP-VOICE” hanya mampu bertahan pada posisi ke-lima dari lima Fakultas yang mengikuti, sungguh perjalanan yang melelahkan dan berakhir menyedihkan.
Hal inilah yang mengakibatkan pertahanan “FIP-VOICE” hancur, semangat mereka yang membara bagaikan api olimpiade kini lambat laun mulai meredup karena mereka merasa sangat sedih dan kecewa sekali, mereka merasa semua pengorbanan dan perjuangan yang telah dilakukan hanyalah sia-sia belaka. Dan saking kecewanya akhirnya “FIP-VOICE” mengalami kelumpuhan kegiatan yang mengakibatkan vacuum selama kurang lebih hampir dua tahun “FIP-VOICE” hilang dari peredaran alias gak jelas atau bisa dikatakan mati.
Tetapi jangan salah menduga dulu, sepertinya sejarah baru akan terlahir pada awal tahun 2005 keajaiban satu demi satu mulai pindah arah dan Dewi Fortuna mulai menunjukkan auranya, tak diduga tak disangka semangat membara “FIP-VOICE” yang selama ini memudar padam kini telah bangkit kembali. Keinginan untuk merebut piala-piala yang selama ini menjadi tujuan akhir perjuangan LPSAF telah tergambar jelas dibenak “FIP-VOICE” yang harus diwujudkan dengan pengorbanan dan kerja keras yang tinggi.
Dengan bantuan banyak pihak pada tahun 2005 “FIP-VOICE” gencar menyuarakan kembali keberadaannya dengan tujuan mendapatkan simpati dan dukungan serta menggaet anggota baru sebanyak-banyaknya yang mau dan siap berkorban untuk ikut serta merebut kemanangan yang selama ini terlewatkan begitu saja. Ternyata teriakan-teriakan ini disambut hangat dan antusias oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan. Perasaan senang, bangga, dan terharu menyelimuti “FIP-VOICE” karena tak diduga wajah-wajah baru mulai banyak berdatangan dan menyatakan siap membantu. Singkat cerita anggota “FIP-VOICE” membludak meski sesudah LPSAF mereka kembali menghilang, tetapi paling tidak nama-nama mereka pernah menghiasi monumen sejarah “FIP-VOICE”.
Bak perang merebut kemerdekaan semangat empat-lima pantang menyerah telah hadir kembali di tengah-tengah hati, jiwa, dan raga “FIP-VOICE”. Dengan penuh optimis dan percaya diri pada tanggal 25 November 2005, setelah melakukan persiapan yang maksimal selama kurang lebih tiga bulan “FIP-VOICE” kembali hadir untuk pertama kalinya setelah dua kali absen LPSAF. Sungguh suatu keajaiban pada kesempatan ini pula untuk pertama kalinya“FIP-VOICE” dapat tersenyum dengan lega,karena pada malam itu “FIP-VOICE” menjadi juara pertama sekaligus mendapatkan Piala Rektor. Impas sudah hutang yang selama ini menyelimuti benak “FIP-VOICE” tidaklah sia-sia perjuangan yang dilalui, setelah jatuh bangun berkali-kali bahkans empat vacuum dan mati akhirnya “FIP-VOICE” mampu bertengger di puncak tertinggi ajang bergengsi tingkat Fakultas ini.
Prestasi yang membanggakan inilah pada akhirnya membuat pihak Fakultas merasa perlu memfasilitasi dan mendukung penuh seluruh kegiatan mahasiswa baik dalam bidang seni maupun bidang yang lainnya, dengan mendirikan sebuah Lembaga Semi Otonom (LSO). Dan pada tanggal 2 Mei 2005 bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, LSO Kesenian Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang “OPIUM” resmi didirikan dan disahkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, sebagai wadah bakat, minat, dan kreatifitas mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan.
LSO Kesenian “OPIUM” ini di dalamnya berisikan tiga macam bidang kegiatan yang berbeda antara lain paduan suara (FIP-VOICE), seni musik (SIMFONI), dan teater (JUNJUNG BUDOYO) dimana ketiga bidang tersebut sebelumnya berdiri sendiri-sendiri dengan sejarah dan perjuangan yang berbeda-beda. Tetapi dengan didirikannya LSO Kesenian “OPIUM” ini maka status ketiganya adalah sama karena berada dalam satu wadah yaitu seni, dan tidak menutup kemungkinan kepada ketiganya untuk bekerjasama atau berkolaborasi.
Setelah resmi bergabung dan hidup dalam wadah yang sama dan satu tujuan yaitu melestarikan budaya maka dalam pelaksanaan setiap kegiatan selalu dapat berjalan dengan baik karena ketiga bidang tersebut selalu bekerjasama dan saling membantu. Tetapi meskipun demikian rasa khawatir dan takut tetap ada, apalagi kegiatan juga semakin banyak sehingga konsentrasi untuk mengikuti LPSAF menjadi terpecah, bagaimanapun juga meski semua terasa was-was tetapi semangat dan kerja keras tidak boleh luntur.
Dengan persiapan yang hanya satu setengah bulan ini, dengan penuh percaya diri dan semangat serta optimisme yang tinggi pada tanggal 8 Desember 2006 untuk kedua kalinya “FIP-VOICE” berhasil menjadi juara peratama dan membawa pulang kembali piala kehormatan yaitu Piala Bergilir Rektor, serta menjadi juara favorit pilihan penonton. Rupa-rupanya pepatah “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian” benar-benar dirasakan dan dialami “FIP-VOICE”.
Demikianlah sekilas perjuangan “FIP-VOICE”. Eeittzzz ……………, tunggu jangan senang dulu perjuangan kita masih panjang …………… untuk mempertahankan dan meneruskan semua perjuangan ini, so c’mon teman-teman mari bergabung berjuang bersama “FIP-VOICE” untuk mengikuti LPSAF selanjutnya tahun 2007, dan sekarang giliran kalian yang melanjutkan perjuangan kita semua ok!!!!!
SALAM
“FIP-VOICE”
FIP aa …… FIP wess ……
