TAHUN KEDUA

Juni 1, 2008 at 8:51 pm (Terbaru)

Alur hidup yang begitu berkolak-kolak dan tak terduga-duga kembali membawa kami ke lembaran tulisan ini. Tak terasa sudah empat musim angin kami eksis, walau sebenarnya lebih dari empat musim, musim PHK, musim Demo, musim kontes kepopuleran, musim krisis dan menghilangnya minyak tanah dan ya barusan, musim kawin, seperti yang lalu-lalu, kami masih mencoba berkarya, ditengah himpitan kanan-kiri, masalah budgeting dan finansial yang seret-seret enak (?), juga masih bertahan di sanggar tercinta kami, sanggar Got (Postal Ojek) gedung D1 meskipun berlantai aspal dan bergenteng awan 1. kegiatan yang Up-to-date kami saat ini adalah proses teater, musik dan dancer selepas magrib sampai larut malam sambil diselingi acara api unggun, bakar-bakar ayam dari mbahnya Bondan. Tak jarang, kawan-kawan dari UKM atau sanggar lain datang bertamu, satu-dua orang member Klaker Barmy Army juga sering berkunjung memberi support mental yang cukup membangkitkan kami, dan tak lupa Bendungan Sutami Elit kru yang non-stop memberi tambahan ide. Masuk angin dan pusing-pusing akibat kena angin (yo mesti tah!) menambah satu warna lagi di kehidupan malam-malam (sehari-hari) OPIUM, tapi itu bukan alasan penting yang bisa menyurutkan semangat kami dalam berkarya. Justru memberi kami ide dalam berkreatif dan mencipta.

1) Tiba-tiba sanggar kami ketambahan satu fasilitas, Hot Spot! Bertambahlah kegiatan untuk kami yang kurang pekerjaan atau punya hasrat berkarya tak tersalurkan, browsing atau membangun jaringan pertemanan intra dunia maya.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

ASPIRASI#3 Global Warming

Juni 1, 2008 at 8:32 pm (ASPIRASI#3 Global Warming)

SAVE THE WORLD

Setelah berhasil meraih sukses dalam parade musik yang di gelar di tahun-tahun sebelumnya, yakni dalam Parade Musik Underground Amal ASPIRASI, dan Parade Musik ASPIRASI#2 “Unity and Equality”, untuk ke tiga kalinya mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang melalui wadah Lembaga Semi Otonom (LSO) Organisasi Pecinta Seni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (OPIUM) kembali menggelar Parade Musik ASPIRASI#3 “Global Warming”.

Tahun ini Parade Musik ASPIRASI kembali dihadirkan namun dengan tema yang berbeda. Apabila di tahun yang pertama bertajuk amal untuk korban banjir di Jember, dan tahun kedua mengangkat tema “Persatuan dan Persamaan Hak”, maka di tahun ini adalah dalam rangka mendukung program internasional yaitu kampanye tentang “Bahaya Pemanasan Global” atau yang biasa disebut “Global Warming”.

Menurut panitia penyelenggara dari OPIUM, pada saat ini bumi menghadapi pemanasan yang sangat cepat, yang disebabkan aktivitas manusia. Pemanasan global ini mengakibatkan terjadinya berbagai macam bencana ekologis diberbagai pelosok bumi. Namun di negeri ini, isu ini kurang terdengar. Isu ini kalah santer dengan berbagai isu politik. Ia tenggelam di antara berita perceraian artis, sengketa tanah, dan kecelakaan yang sering terjadi. ”Padahal isu ini telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia. Meski diberitakan dunia bisa kiamat akibat pemanasan global ini, namun masih kurang timbulnya kesadaran dari masyarakat kita untuk menjadikan global warming ini sebagai suatu masalah yang harus segera diminimalisir. Pada umumnya sikap masyarakat kita seperti tidak peduli terhadap pemanasan global,” tutur Rendra Fatrisna Kurniawan selaku ketua pelaksana kegiatan ini.

Menyadari akan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya pemanasan global, mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan turut terpanggil untuk turut mendukung program kampanye yang telah dicanangkan dunia tersebut. ”Pemanasan global adalah masalah kita semua, dan semua pihak harus terlibat mengatasinya. Jika kita mau menyelamatkan bumi dan segala kehidupan di atasnya, tidak ada cara lain, sekarang kita harus bertindak menyelamatkan bumi dari pemanasan global,” ungkap Dimas Novib yang menjabat sebagai ketua OPIUM 2007.

Salah satu wujud nyata upaya untuk menghimbau kesadaran masyarakat dalam menyikapi bahaya pemanasan global tersebut yakni masing-masing band peserta parade musik di himbau untuk memberikan orasi pendek sebelum mereka memulai aksi panggungnya. Dalam Parade Musik ASPIRASI#3 itu dibagikan 1000 eksemplar newsletter atau buletin tentang berbagai hal yang terkait dengan pengertian pemanasan global atau ”Global Warming”, berbagai penyebab, dampak yang dapat ditimbulkan, upaya-upaya praktis untuk menghambat pemanasan global, dan lain sebagainya.

Tidak lupa dibagikan pula 1500 lembar stiker yang berisikan seruan untuk menghentikan pemanasan global. Selain itu OPIUM selaku panitia penyelenggara Parade Musik ASPIRASI#3 ini juga mengundang kurang lebih 50 organisasi mahasiswa di kota Malang. Kemudian masih dalam mendukung tema sosial yang diangkat, sebagian pendapatan dari kegiatan tersebut di sumbangkan untuk korban banjir Jawa Timur 2008 melalui Jawa Pos Radar Malang.

Dalam acara yang digelar pada 6 Januari itu, dimeriahkan oleh 26 band tidak hanya dari kota Malang saja, namun juga diikuti band asal Surabaya dan Jakarta. Band yang menjadi pengisi acara tersebut antara lain Begundal Lowokwaru, Alergi Kentes, Last Car Bitch, Buronsel, Rakjat Merdeka, The Apathies, Mokers, Malang Trauma Service, The Sensitive Guys, Kurang Normal, Signo Vinces, Banana Star, Formalin, Kress, Jek, Chick In Ur Mind, Dolydead, Hollyshit, Slaughter Victim, Little Warrior, Ballroom, Anger Fire, Unspoken, Merrygoround, sedangkan dari Surabaya dan Jakarta yakni Triband dan The Sabotage.

Acara tahunan yang diselenggarakan ketiga kalinya ini mendatangkan lebih dari 1500 orang penonton dari berbagai kalangan anak muda. Bahkan parade musik ini juga menarik minat penonton dari berbagai kota, mulai dari Tulung Agung, Blitar, Probolinggo, Sidoarjo, Surabaya sampai dengan Jakarta.

Meski sempat terdapat perubahan rencana yang sangat mendadak yakni pemindahan lokasi kegiatan, yang semula akan digelar di Gedung KNPI Malang karena beberapa hal berkaitan dengan masalah tehknis, maka acara di pindahkan di gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang. Namun ternyata perubahan lokasi yang tiba-tiba tersebut tidak mengurangi minat dan semangat para kawula muda, acara tersebut tetap berjubel penonton.

OPIUM sebagai penyelenggara kegiatan juga berharap, di Universitas Negeri Malang khususnya Fakultas Ilmu Pendidikan, parade musik ini tidak berhenti sampai disini namun tetap digelar dengan berbagai tema sosial lain yang lebih kreatif dan menarik.

Permalink 1 Komentar

Selamat Datang Mahasiswa Baru

Juni 1, 2008 at 8:22 pm (1st, Selamat Datang Mahasiswa Baru)

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Negeri Malang

Dalam rangka menyambut kehadiran mahasiswa baru, pada hari terakhir kegiatan Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) UM 2006 yang lalu, OPIUM menggelar kegiatan yang ditujukan kepada mahasiswa baru Fakultas Ilmu Pendidikan UM di lapangan parkir fakultas. Kegiatan tersebut digelar dengan menyajikan serangkaian acara, antara lain aksi teater dan pertunjukan musik yang dimainkan oleh para pemusik OPIUM disertai dengan pembagian stiker kepada para mahasiswa baru tersebut.

Aksi teater yang ditampilkan tergolong cukup unik, yakni dengan menyusupkan dua personil OPIUM ke dalam barisan mahasiswa baru. Keduanya berbaur dan berakting seolah-olah mereka juga salah seorang mahasiswa baru. “Pada hari terakhir PKPT, Semenjak pagi kami telah mulai berbaur dengan mahasiswa baru tersebut, dan kamipun mengikuti seluruh kegiatan PKPT tanpa terkecuali selayaknya yang mereka kerjakan, bahkan saat menerima hukuman sekalipun”, papar Widi, salah seorang anggota OPIUM yang berperan sebagai mahasiswa baru jurusan PLS.

Selanjutnya saat pertunjukan musik dimulai sore harinya, sebelum upacara penutupan PKPT, kedua personil OPIUM itu keluar dari barisan mahasiswa baru dan turut bergabung dengan para anggota OPIUM lain yang tampil didepan. Hal ini ternyata cukup mengejutkan para mahasiswa baru tersebut, mereka tidak menyangka jika kedua teman barunya itu adalah mahasiswa angkatan 2005 yang sebenarnya menunjukan kebolehan beraktingnya. “Disinilah kemampuan berakting kita diuji, dan ini merupakan bagian dari pertunjukan”, terang Hesti Aviana. Selain sebagai vokalis dalam pertunjukan musik, cewek asal Singosari ini juga salah satu dari personil OPIUM yang ikut berbaur dengan Mahasiswa jurusan AP.

Sebagai penutup acara demo OPIUM tersebut, para anggota OPIUM mengajak seluruh mahasiswa baru Fakultas Ilmu Pendidikan untuk turut bernyanyi mengiringi lagu penutup. Lagu penutup yang dinyanyikan adalah garapan Marginal, sebuah band idealis asal Jakarta. OPIUM berharap lagu yang bertajuk “Berderap dan Melaju” ini mampu untuk menggugah para mahasiswa baru untuk memulai langkah baru mereka di kehidupan perguruan tinggi dengan semangat yang berkobar.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

“FIP-VOICE”

Juni 1, 2008 at 8:21 pm (1st, “FIP-VOICE”)

 

History off ……………“FIP-VOICE”

Paduan Suara Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang “FIP-VOICE” merupakan suatu kegiatan mahasiswa pecinta seni, khususnya dalam bidang seni suara. Paduan suara mahasiswa “FIP-VOICE” berdiri sekitar pada tahu 2000, yang bermula dari diadakannya Lomba Paduan Suara Antar Fakultas (LPSAF) yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Paduan Suara Mahasiswa Swara Satata Cakti Universitas Negeri Malang. Dimana perserta dari LPSAF tersebut adalah perwakilan dari seluruh Fakultas yang ada di Universitas Negeri Malang dan diantaranya adalah Fakultas Ilmu Pendidikan.

Dengan alasan LPSAF iutlah maka mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan tergerak untuk ikut serta dan berpartisipasi memeriahkan acara tersebut, meski tanpa ada fasilitas dan sarana yang memadai tidak menjadi masalah atau penghalang tekad bulat mereka, akhirnya atas izin dan dukungan dari berbagai pihak termasuk Fakultas maka mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan membentuk komunitas paduan suara mahasiswa yang diberi nama “FIP-VOICE”.

Dengan semangat dan kerja keras yang tinggi paduan suara mahasiswa “FIP-VOICE” mempersiapkan diri secara maksimal kurang lebih selama 3 bulan untuk mengikuti LPSAF untuk pertama kalinya. Tetapi sayangnya “Dewi Fortuna” belum berpihak pada “FIP-VOICE” sehingga pada kesempatan perdana ini “FIP-VOICE” hanya dapat menduduki posisi ke-empat dari lima Fakultas yang ikut berpartisipasi. Tetapi keadaan yang demikian ini tidak membuat “FIP-VOICE” merasa terpukul, karena masih ada kesempatan lagi di tahun-tahun berikutnya, karena pada tahun 2000 tersebut secara resmi LPSAF ditetapkan oleh Rektor Universitas Negeri Malang untuk dijadikan sebagai ajang prestasi antar Fakultas yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali dengan peserta yaitu perwakilan seluruh Fakultas di Universitas Negeri Malang.

Pada tahun 2001 setelah penerimaan mahasiswa baru, mahasiswa pecinta paduan suara ini semakin bersemangat lagi untuk mengikuti LPSAF yang kedua karena anggota dari “FIP-VOICE” semakin bertambah banyak, sehingga mereka merasa yakin dan mantap bahwa kali ini penampilan dari “FIP-VOICE” akan lebih baik sehingga diharapkan nantinya akan dapat membawa pulang piala yang sempat terlewatkan tahun lalu. Tetapi sayangnya usaha mereka sia-sia karena lagi-lagi “Dewi Fortuna” belum berpihak, dan yang terjadi “FIP-VOICE” untuk kedua kalinya mengalami kekalahan dan hanya berhasil duduk di posisi ke-empat dari empat Fakultas yang turut berpartisipasi.

Sekali lagi kenyataan pahit ini tidak membuat semangat “FIP-VOICE” turun, mereka tetap berusaha keras untuk tetap dapat kembali berpartisipasi. Pada tahun 2002 untuk ketiga kalinya “FIP-VOICE” mengikuti LPSAF, tetapi lagi-lagi, dan lagi-lagi “FIP-VOICE” harus menelan “Pil Pahit” karena pada kesempatan ketiga ini “FIP-VOICE” hanya mampu bertahan pada posisi ke-lima dari lima Fakultas yang mengikuti, sungguh perjalanan yang melelahkan dan berakhir menyedihkan.

Hal inilah yang mengakibatkan pertahanan “FIP-VOICE” hancur, semangat mereka yang membara bagaikan api olimpiade kini lambat laun mulai meredup karena mereka merasa sangat sedih dan kecewa sekali, mereka merasa semua pengorbanan dan perjuangan yang telah dilakukan hanyalah sia-sia belaka. Dan saking kecewanya akhirnya “FIP-VOICE” mengalami kelumpuhan kegiatan yang mengakibatkan vacuum selama kurang lebih hampir dua tahun “FIP-VOICE” hilang dari peredaran alias gak jelas atau bisa dikatakan mati.

Tetapi jangan salah menduga dulu, sepertinya sejarah baru akan terlahir pada awal tahun 2005 keajaiban satu demi satu mulai pindah arah dan Dewi Fortuna mulai menunjukkan auranya, tak diduga tak disangka semangat membara “FIP-VOICE” yang selama ini memudar padam kini telah bangkit kembali. Keinginan untuk merebut piala-piala yang selama ini menjadi tujuan akhir perjuangan LPSAF telah tergambar jelas dibenak “FIP-VOICE” yang harus diwujudkan dengan pengorbanan dan kerja keras yang tinggi.

Dengan bantuan banyak pihak pada tahun 2005 “FIP-VOICE” gencar menyuarakan kembali keberadaannya dengan tujuan mendapatkan simpati dan dukungan serta menggaet anggota baru sebanyak-banyaknya yang mau dan siap berkorban untuk ikut serta merebut kemanangan yang selama ini terlewatkan begitu saja. Ternyata teriakan-teriakan ini disambut hangat dan antusias oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan. Perasaan senang, bangga, dan terharu menyelimuti “FIP-VOICE” karena tak diduga wajah-wajah baru mulai banyak berdatangan dan menyatakan siap membantu. Singkat cerita anggota “FIP-VOICE” membludak meski sesudah LPSAF mereka kembali menghilang, tetapi paling tidak nama-nama mereka pernah menghiasi monumen sejarah “FIP-VOICE”.

Bak perang merebut kemerdekaan semangat empat-lima pantang menyerah telah hadir kembali di tengah-tengah hati, jiwa, dan raga “FIP-VOICE”. Dengan penuh optimis dan percaya diri pada tanggal 25 November 2005, setelah melakukan persiapan yang maksimal selama kurang lebih tiga bulan “FIP-VOICE” kembali hadir untuk pertama kalinya setelah dua kali absen LPSAF. Sungguh suatu keajaiban pada kesempatan ini pula untuk pertama kalinya“FIP-VOICE” dapat tersenyum dengan lega,karena pada malam itu “FIP-VOICE” menjadi juara pertama sekaligus mendapatkan Piala Rektor. Impas sudah hutang yang selama ini menyelimuti benak “FIP-VOICE” tidaklah sia-sia perjuangan yang dilalui, setelah jatuh bangun berkali-kali bahkans empat vacuum dan mati akhirnya “FIP-VOICE” mampu bertengger di puncak tertinggi ajang bergengsi tingkat Fakultas ini.

Prestasi yang membanggakan inilah pada akhirnya membuat pihak Fakultas merasa perlu memfasilitasi dan mendukung penuh seluruh kegiatan mahasiswa baik dalam bidang seni maupun bidang yang lainnya, dengan mendirikan sebuah Lembaga Semi Otonom (LSO). Dan pada tanggal 2 Mei 2005 bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, LSO Kesenian Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang “OPIUM” resmi didirikan dan disahkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, sebagai wadah bakat, minat, dan kreatifitas mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan.

LSO Kesenian “OPIUM” ini di dalamnya berisikan tiga macam bidang kegiatan yang berbeda antara lain paduan suara (FIP-VOICE), seni musik (SIMFONI), dan teater (JUNJUNG BUDOYO) dimana ketiga bidang tersebut sebelumnya berdiri sendiri-sendiri dengan sejarah dan perjuangan yang berbeda-beda. Tetapi dengan didirikannya LSO Kesenian “OPIUM” ini maka status ketiganya adalah sama karena berada dalam satu wadah yaitu seni, dan tidak menutup kemungkinan kepada ketiganya untuk bekerjasama atau berkolaborasi.

Setelah resmi bergabung dan hidup dalam wadah yang sama dan satu tujuan yaitu melestarikan budaya maka dalam pelaksanaan setiap kegiatan selalu dapat berjalan dengan baik karena ketiga bidang tersebut selalu bekerjasama dan saling membantu. Tetapi meskipun demikian rasa khawatir dan takut tetap ada, apalagi kegiatan juga semakin banyak sehingga konsentrasi untuk mengikuti LPSAF menjadi terpecah, bagaimanapun juga meski semua terasa was-was tetapi semangat dan kerja keras tidak boleh luntur.

Dengan persiapan yang hanya satu setengah bulan ini, dengan penuh percaya diri dan semangat serta optimisme yang tinggi pada tanggal 8 Desember 2006 untuk kedua kalinya “FIP-VOICE” berhasil menjadi juara peratama dan membawa pulang kembali piala kehormatan yaitu Piala Bergilir Rektor, serta menjadi juara favorit pilihan penonton. Rupa-rupanya pepatah “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian” benar-benar dirasakan dan dialami “FIP-VOICE”.

Demikianlah sekilas perjuangan “FIP-VOICE”. Eeittzzz ……………, tunggu jangan senang dulu perjuangan kita masih panjang …………… untuk mempertahankan dan meneruskan semua perjuangan ini, so c’mon teman-teman mari bergabung berjuang bersama “FIP-VOICE” untuk mengikuti LPSAF selanjutnya tahun 2007, dan sekarang giliran kalian yang melanjutkan perjuangan kita semua ok!!!!!

 

SALAM

“FIP-VOICE”

FIP aa …… FIP wess ……

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ungkapkan Cinta dengan Bunga

Juni 1, 2008 at 8:19 pm (1st, Ungkapkan Cinta dengan Bunga)

Peringatan HIV/AIDS

Sebagai wujud kepedulian Mahasiswa Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Malang terhadap penyebaran HIV/AIDS , pada awal Desember lalu Organisasi Pecinta Seni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (OPIUM) turut memperingati Hari AIDS sedunia dengan menggelar kegiatan di depan gedung Fakultas Ilmu Pendidikan E1 UM. Kegiatan tersebut berupa pembagian bunga disertai iringan musik akustik yang dimainkan oleh para pemusik OPIUM.

Kegiatan yang diselenggarakan pada 4 Desember 2006 ini dimaksudkan sebagai simbol keinginan OPIUM untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat UM, khususnya mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan untuk mencegah HIV/AIDS sedini mungkin, diantaranya dengan menghindari pergaulan bebas.

Sebagaimana tema yang diangkat yakni “Ungkapkan Cinta dengan Bunga”, Haima R yang ditunjuk sebagai ketua pelaksana menjelaskan hendaknya para mahasiswa mampu untuk menyaring berbagai pengaruh dari era globalisasi, yang salah satu dampak negatifnya adalah membawa remaja menjurus pada pergaulan bebas. “Maka ungkapkanlah cinta dengan pemberian bunga, jangan sampai menjadikan ML (Making Love) sebagai suatu simbol ungkapan cinta,” papar Haima yang juga mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan 2004 ini.

Dengan kegiatan semacam ini, diharapkan kepedulian para mahasiswa dalam menjaga dirinya di era yang serba modern ini, khususnya mahasiswa adalah Agent of Chage yang harus mampu untuk menjadi sauri teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PENTAS ALAM ……………

Juni 1, 2008 at 8:17 pm (1st, PENTAS ALAM de “CANGAR”)

PENTAS ALAM de “CANGAR”

Seperti yang telah kita ketahui bersama di usianya yang masih terbilang sangat muda ini (hampir satu tahun berjalan), Organisasi Pecinta Seni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang “OPIUM” telah banyak sekali berhasil mengikuti dan menyelenggarakan berbagai macam kegiatan, karena hal itulah maka “OPIUM” sangatlah memerlukan banyak sekali orang-orang yang mampu dan berbakat untuk membantu mensukseskan dan meneruskan perjalanan “OPIUM” sampai pada puncak keemasannya nanti.

Untuk mendapatkan regenerasi yang bermutu, bertanggung jawab dan dapat dipercaya keseriusan dan keloyalitasannya pada organisasi ini, maka “OPIUM” perlu dan wajib melakukan penjaringan khusus atau yang lebih dikenal dengan istilah DIKLAT. Dimana diklat ini boleh diikuti oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Berdasarkan uraian alasan di atas maka pada tanggal 9-10 Desember 2006 kemarin, yang bertempat di Taman Hutan Raya “CANGAR” Organisasi Pecinta Seni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang “OPIUM” dan dipimpin oleh sausara Aristio Pribadi (selaku Ketua Pelaksana) dan dikomandoi oleh saudara Nanok Triyono (selaku Ketua Umum) telah berhasil menyelenggarakan “PENTAS ALAM”.

Dimana kegiatan dalam “PENTAS ALAM” tersebut tidak hanya sekedar penyelenggaraan pementasan seni biasa tetapi sekaligus pelaksanaan DIKLAT ALAM calon anggota baru “OPIUM”. Dan perlu diketahui juga bahwasannya diklat ini merupakan pertama kalinya dilakukan oleh “OPIUM” mengingat bahwa regenerasi baru pertama kali ini dilaksanakan.

Karena Organisasi Pecinta Seni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang “OPIUM” di dalamnya terdiri dari tiga macam bidang kesenian, maka tentunya kegiatan yang dilaksanakannyapun sangatlah banyak dan menarik seperti:

  1. Temu akrab dan sharing

  2. Materi-materi tentang pengorganisasian dan kepemimpinan

  3. Materi-materi perbidang

  4. Permainan-permainan Out Bound

  5. Latihan-latihan vocal dan pernafsan

  6. Latihan mental

  7. Pentas seni dan Inagurasi.

Dimana kegiatan-kegiatan tersebut merupakan serangkaian ritual yang wajib dilewati dan ditempuh secara baik dan benar oleh seluruh calon anggota “OPIUM” sebagai prasyarat keabsahan mereka untuk menjadi anggota resmi “OPIUM”.

Dari serangkaian yang telah disebutkan di atas terdapat satu kegiatan yang sifatnya sangat penting dan bermanfaat yaitu Latihan Mental. Latihan mental disini bukan berarti kita melakukan penggemblengan seperti yang dilakukan di setiap kegiatan OSPEK tetapi penanaman mental di sini yaitu mengajak mereka untuk membuang jauh rasa malu dan ketidakpercayadirian karena dalam hal berkesenian kita harus memiliki mental baja, yaitu percaya diri yang tinggi. Bagaimana kita bisa menghibur orang lain kalau kita sendiri tidak percaya diri dengan diri kita sendiri … ???.

Maka dari itulah mereka kita ajari untuk menjadi, kalau orang Jawa bilang “RAI GEDEG” atau artinya gak punya malu. Eh … eh … tapi jangan diartikan negatif ya, karena ini hanya sebuah perumpamaan. Untuk menanamkan rasa percaya diri serta siap mental dan tahan banting maka di sana mereka harus menghibur dengan cara mengamen, ataupun berakting yang lain untuk menarik simpati serta membuat orang-orang pengunjung Taman Hutan Raya “CANGAR” tersebut menjadi terhibur.

Sungguh tak disangka ternyata mereka (calong angota baru “OPIUM”) sangat berbakat loh, mereka semua berhasil membuat para pengunjung terbahak-bahak sampai sakit perut melihat keanehan serta kelucuan dari mereka. Dan perlu kita acungkan jempol bagi seluruh peserta DIKLAT perdana “OPIUM” karena hanya dengan waktu kurang lebih dua jam saja mereka berhasil menarik simpatisan yang luar biasa banyak, dan tak jarang dari mereka para pengunjung tempat wisata tersebut memberikan sedikit uang pada kita, sebagai imbalan apa yang telah kita lakukan yaitu tentu saja membuat mereka tertawa dan senang.

Meskipun saat berlangsungnya kegiatan “PENTAS ALAM” yang dilakukan oleh “OPIUM” selama dua hari di Taman Hutan Raya “CANGAR”, selalu diwarnai dengan keadaan dan situasi alam yang kurang bersahabat yaitu hujan deras yang terus berlangsung secara besar-besaran pada hari pertama dan angin kencang pada hari ke dua, tapi hal itu tidaklah membuat semangat dan keseriusan kami semua dalam mensukseskan “PENTAS ALAM” sekaligus DIKLAT pedana ini.

Demikian sekilas cerita “PENTAS ALAM” OPIUM CANGAR yang telah sukses melahirkan anggota baru.

Selamat bagi teman-teman yang telah berhasil menjadi anggota baru “OPIUM”. Mari bersatu kita ekspresikan diri kita. Semangat, semangat …………… !!!!!

 

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

AMAZING OF 1st OPIUM CELEBRATION

Juni 1, 2008 at 8:11 pm (AMAZING OF 1st OPIUM CELEBRATION)

Bersatu dalam rasa dan jiwa

Tanggal 2 Mei merupakan hari bersejarah untuk banyak kalangan, selain sebagai peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati oleh semua pelosok nusantara, juga merupakan hari yang sakral untuk Organisasi Pecinta Seni FIP UM (OPIUM) karena pada tanggal itu OPIUM dilahirkan dengan membawa semilyar rasa cinta pada seni untuk planet yang indah ini.

Tahun kemarin tepatnya tanggal 9 Mei 2007, OPIUM mempunyai hajat besar untuk merayakan 365 hari pertamanya.Bertempat di gedung J9 fakultas sastra acara yang bertajuk Dongeng Kidung dengan Lakon “Cinderella Mencari …..” menampilkan semua bidang seni yang ada di OPIUM, mulai dari Junjung Budhoyo Teater ( JBT), Simphony Musik ,FIP Voice dan Naughty Dancer.Pementasan Dongeng Kidung dengan Lakon “Cinderella mencari ….” Ini berbeda dengan cerita Cinderella biasanya, didalamnya diselipi kidungan dan akhirnya Cinderella tidak menikah dengan pangeran tetapi masih mencari……..Acara yang dimulai pukul 18.00 – 22.30 WIB ini mampu menyedot perhatian banyak massa bukan hanya dari mahasiswa UM sendiri tetapi juga dari Universitas lain, bahkan dari kalangan umum juga banyak yang menonton acara ini. Panitia sampai kewalahan karena ratusan tiket yang disediakan sudah habis,tetapi masih banyak yang berdatangan,sampai akhirnya panitia memberikan tiket darurat.

Untuk membuka acara diawali oleh penampilan Symphoni Musik kemudian dilanjutkan penampilan dari bintang tamu, yaitu dari Teater Pelangi Fakultas sastra.Lalu pada saat acara inti yaitu pementasan dongeng kidung, semua lampu dimatikan, hal ini membuat penonton tegang ,ditambah lagi penampilan awal dongeng kidung ini, pemain muncul dari penonton dengan memakai jubah dan membawa sebuah lilin.Beberapa penonton sempat sedikit ketakutan, tetapi setelah lampu panggung dinyalakan kembali dan ada lakon dari pemain yang membuat penonton tertawa terbahak – bahak, mereka jadi tidak tegang lagi.Tidak ketinggalan, dari dancer menampilkan tarian yang membuat adrenalin meningkat, meskipun ada sedikit gangguan tetapi tidak mengurangi serunya penampilan dari tim dancer.Acarapun selesai dengan seru dan berjalan lancar.

Walaupun sebelum pementasan semua lakoners latihan setiap hari sampai malam, tetapi semua tidak merasa lelah, bosan dan capek untuk memberikan penampilan yang terbaik.Dengan bersatunya rasa dan jiwa, seberat apapun dan sesulit apapun suatu rintangan dan hambatan yang datang bisa dilewati.Tidak ada yang lebih indah selain kebersamaan untuk selalu berkarya menuju kemenangan.

OPIUM Hasta La Victoria Siempre (OPIUM Telah Sampai Pada Kemenangan Yang Sesungguhnya)

Ganbatte Kudasai……!!!!!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PENYAMBUTAN MAHASISWA BARU

Juni 1, 2008 at 8:05 pm (PENYAMBUTAN MAHASISWA BARU)

SELAMAT DATANG MABA

Dalam rangka penyambutan mahasiswa baru pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) yang dilakukan di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), OPIUM mengadakan pertunjukan yang ditujukan pada mahasiswa baru di FIP. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan tentang LSO OPIUM yang terdiri atas musik, teater, paduan suara dan dancer serta untuk menarik minat para mahasiswa baru untuk masuk dan turut serta dalam LSO OPIUM.

Aksi-aksi yang dipertunjukkan dalam acara ini adalah teater dan musik. Aksi teater yang ditampilkan pada kegiatan ini sama dengan tahun sebelumnya yakni menyusupkan salah satu perwakilan OPIUM dalam barisan Mahasiswa baru, namun yang menarik adalah penyusupan ini dilakukan selama dua hari. “saya masuk kebarisan Mahasiswa baru mulai hari kemarin sampai hari ini dan saya juga diberi hukuman yang sama dengan mahasiswa baru lainnya”, papar mas Boy, anggota OPIUM yang berperan sebagai Mahasiswa baru.

Selanjutnya pada hari terakhir aksi teater yang lain adalah pertunjukan anggota OPIUM dengan penampilan yang disesuaikan dengan kepanjangan dari:

IK : (Ilmu kanuragan) yang diperankan Rian dengan memecahkan batu bata.

KSDP : (Keajaiban Sulap Dan Penyihir) yang memepertontonkan aksi sulap ala Badrul huda.

TEP : (Tak Enak Penampilan) diperankan oleh Yonek, Hesti, Eka yang menyayikan lagu kucing garong dengan busana seksinya.

BKP : (bukan Kayak Perempuan) diperankan oleh Mas Boy yang keluar dari mahasiswa baru dengan kostum cowok tomboi.

PLS : (Penakluk Liarnya Satwa) yang diperankan Farid dan Endro dengan pertunjukan obsesi penjinak buaya, dan

AP : (Administrasi Pendidikan) “satu-satunya jurusan yang tidak diplesetkan dalam kegiatan ini karena bisa kualat”, papar abah, salah satu pemeran dan tokoh tua OPIUM.

kemudian sebagai penutup rangkaian acara demo OPIUM tersebut adalah dengan pertunjukan Musik akustik yang dimainkan yang ada di OPIUM. Lagu yang dimainkan adalah sakura yang dipopulerkan Rosa dan lagu jemu yang biasa dinyanyikan Grup band Gigi serta lagu penutup kapan-kapan dari koes plus.

Semua acara dapat berjalan lancar pada awalnya namun sayangnya pada pertengahan acara terjadi sedikit masalah dengan salah satu panitia yang meminta waktu agak dipercepat. Entah apakah ada rasa iri dari salah satu panitia atau memang sengaja ingin mengacaukan demo OPIUM. Tetapi OPIUM tetap menjalankan semua acara sampai selesai. Pada hari terakhir PKPT pertunjukan dibuka dengan sedikit silat lidah atau dalam bahasa jawa sekapur sirih yang disampaikan oleh Bang agoes Harijanto.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Pentas Alam “De Cangar # 2”

Juni 1, 2008 at 7:58 pm (Pentas Alam “De Cangar # 2”)

Meneruskan tradisi Diklat anggota baru Pentas Alam “De Cangar” tahun pertama. Maka di tahun kedua ini Organisasi Pentas Seni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (OPIUM) kembali mengadakan penjaringan khusus bagi calon anggota baru sebagai wujud dari adanya regenerasi personal di dalam tubuh Lembaga Semi Otonom (LSO) termuda di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) yang kita cintai ini.

Dengan mengusung tema pentas alam “De Cangar 2”, pelaksanaan diklat tahun ini masih tetap sama seperti tahun sebelumnya yakni bertempat di Taman Hutan Rakyat (TAHURA) Raden Soeryo atau yang lebih akrab disebut “Cangar”, pada tanggal 24 – 25 November 2007. Dalam proses perekrutan calon anggota baru itu sendiri memakan waktu ± 2 bulan mulai dari persiapan sampai dengan pelaksanaan kegiatan. Tehnik yang digunakan untuk mencari simpatisan tersebut cukup aktif dan unik, artinya panitia membagikan brosur pendaftaran berlangsung dari kelas ke kelas mahasiswa baru berbagai jurusan disertai juga dengan penjelasan mengenai pelaksanaan diklat ini.

Sebagaimana diungkapkan oleh Rian Fauzi selaku ketua pelaksana Pentas alam “De Cangar 2” bahwa animo mahasiswa baru pada LSO OPIUM ini sebenarnya sudah cukup besar, hal itu antara lain disebabkan adanya penambahan bidang kesenian Dancer guna melengkapi tiga macam bidang kesenian (Teater, Musik, Paduan Suara) yang sudah ada sebelumnya.

Diklat Pentas Alam ini bukan semata-mata dilaksanakan hanya sebagai ajang pelatihan dan pembentukan mental bagi para calon anggota baru OPIUM, namun didalamnya juga berisi pementasan seni singkat yang dilakukan oleh calon anggota baru. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan meliputi: Temu Akrab dan Sharing antara anggota baru serta anggota lama, Materi Kepemimpinan dan Event Organizer, Materi Seni perbidang, out bond, latihan Vocal dan pernafasan, latihan mental, dan yang terakhir inaugurasi serta Pentas Seni Alam.

Dari rangkaian kegiatan yang telah disebutkan diatas terdapat satu kegiatan bersifat elementer sehingga sangat penting untuk ditekankan yaitu latihan mental. Latihan mental disini merupakan bentuk nyata penanaman dan penguatan mental seni yang tangguh dengan mengajak mereka bersama-sama untuk membuang rasa malu dalam berkesenian dan berkarya.

Guna penguatan mental yang tahan banting serta menanamkan rasa percaya diri yang besar, maka sejak awal kegiatan mereka diharuskan menggunakan kostum dari peran yang telah mereka dapatkan melalui undian dalam Technical Meeting (TM) 3 hari sebelum kegiatan berlangsung. Peran yang ditentukan sangat bervariasi, peserta memilih secara acak peran yang ditulis dalam kertas tertutup. Penetapan ini berlaku bagi semua calon anggota baru tanpa membedakan antara bidang kesenian satu dengan yang kesenian lain. Karena kita adalah OPIUM “satu wadah kegiatan untuk beragam kesenian”.

Karakter-karakter seperti suku Indian, Bajak Laut, Super Hero, Tentara, Badut, Hantu, Orang Idiot adalah sebagian dari banyak peran yang harus dimainkan masing-masing individu. Mereka semua sudah harus memakai kostum yang akan menunjukkan identitas dari karakter terpilih. Oleh sebab itu, ketahanan mental, keberanian, dan kreativitas mereka diuji dari awal keberangkatan di Kampus sampai di tempat Pentas Alam di Cangar.

Pentas seni di hari terakhir menjadi pertaruhan dan pembuktian sebenarnya dari latihan mental ini, ditempat bermain TAHURA Cangar mereka harus berakting, menghibur, memainkan peran sebaik mungkin untuk menarik simpati dengan cara berinteraksi secara langsung dengan para pengunjung. Hasilnya mengagumkan, hanya sekitar 2 jam para anggota baru OPIUM ini sudah berhasil menarik simpati dari banyak sekali pengunjung. Tidak jarang dijumpai mimik wajah para pengunjung yang heran, tertawa, senang, terhibur, oleh berbagai tingkah polah yang lucu dari para peserta.

Akhirnya, dengan semangat dan keseriusan kami semua Pentas Alam sekaligus Diklat kedua ini dapat berjalan dengan sukses. Demi tumbuhnya bibit-bibit bunga kesenian OPIUM yang makin lama semakin mekar dan harum mewangi mengisi setiap rongga-rongga kosong di hati manusia yang belum tersentuh indahnya seni.

Selamat bagi teman-teman yang telah berhasil menjadi anggota baru OPIUM. Semangat, semangat dan berkaryalah……………….!!!!!!!!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

LAUNCHING OPIUM

Juni 1, 2008 at 7:26 pm (1st, LAUNCHING OPIUM)

Bangkitnya Seni FIP UM

OPIUM atau dengan kata lain Organisasi Pecinta Seni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang dilahirkan memang dengan tujuan pertama yakni untuk menjalin dan mengeksploitasi mahasiswa FIP UM yang memang memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan seni. Pemikiran seperti itu timbul dari kemampuan mahasiswa FIP UM dalam bidang seni yang sebenarnya sangat berpotensi terhambat ketika tidak adanya media yang menyalurkannya.

Oleh karena itu beberapa gelintir mahasiswa FIP yang pada waktu itu membicarakan hal ini kemudian berniat untuk merealisasikan terbentuknya suatu media di FIP agar fenomena seperti yang sudah ada bisa tertata dengan baik, dalam artian agar mahasiswa yang benar-benar ingin berkreasi dengan kemampuan seninya bisa mewujudkan hal itu dengan baik.

Dengan kekuatan segelintir mahasiswa FIP tersebut, dasar pemikiran yang sudah ada akhirnya diperjuangkan untuk direalisasikan menjadi suatu wadah untuk menampung dan mengeksploitasi jiwa seni mahasiswa FIP kepada petinggi FIP UM. Setelah usulan tersebut sudah masuk di petinggi FIP UM dan dipikirkan matang-matang, kurang lebih sekitar satu minggu dasar pemikiran tersebut akhirnya diterima dan diperbolehkan untuk dibentuk suatu media untuk menampung serta mengeksploitasi kemampuan seni mahasiswa FIP UM dalam bentuk Lembaga Semi Otonom yang secara langsung mempunyai garis koordinasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa FIP UM. Hal ini dalam artian kinerja dari media ini nantinya juga akan berhubungan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa FIP UM dan yang paling membuat bertambah puas yakni dengan adanya dana penunjang LSO dari FIP UM yang dapat digunakan sebagai penunjang berjalannya organisasi pada masa selanjutnya.

Setelah melihat keputusan tersebut, langkah pertama segelintir mahasiswa yang memperjuangkan dasar pemikiran tersebut yakni mencari dan menetapkan sebuah nama untuk LSO seni ini. Waktu itu, dirundingkan banyak sekali nama-nama yang akan dipakai antara lain SENPI (Seni Pendidikan), Art Education, FOS (FIP On Stage), dll. Setelah melalui perundingan lagi akhirnya nama OPIUM (Organisasi Pecinta Seni FIP UM) mulai diterima. OPIUM sendiri diambil dari banyak pemikiran antara lain dari segi kepanjangan kata, yakni dengan pemikiran bahwa kita adalah sebuah organisasi dan kita bergerak dibidang seni FIP UM serta dalam organisasi ini kita juga bertujuan untuk mengumpulkan dan mengeksploitasi pemikiran yang ada pada mahasiswa FIP UM. Oleh karena itu karena itu kemudian kata OPIUM juga muncul. Dari segi makna yakni OPIUM atau didunia luar dikenal sebagai sesuatu yang sangat kuat yang membuat seseorang menjadi ketagihan, merasa bebas berekspresi, dan mempengaruhi kinerja otak yang menggunakan. Tapi dari kata OPIUM kita menarik makna bahwa kita berasal dari kekuatan untuk merubah image FIP UM, kita bergerak dibidang seni yang menurut kita seni tidak akan membosankan dan kita melakukan serta memikirkan setiap hari, dalam seni kita juga memiliki ekspresi diri yang ditonjolkan, serta ketika seni itu sudah ada dipikiran kita, maka kita akan terus berpikir untuk mencari sesuatu agar seni itu bisa muncul seperti apa yang kita harapkan.

Dari hal tersebut akhirnya nama OPIUM ditetapkan untuk jadi sebuah media seni bagi mahasiswa FIP UM. Setelah itu kemudian dirundingkan tiga bidang seni yang ada dalamnya yakni Musik Simphony, Teater Junjung Budoyo, dan Paduan Suara FIP Voice. Kemudian dibentuk lagi struktur organisasi yakni ada ketua, sekretaris, bendahara, koordinator bidang, dan anggota.

Setelah itu baru tanggal 3 Mei 2006 OPIUM diresmikan oleh Fakultas dan dihadiri oleh perwakilan fakultas yakni Drs. Mahmud Yunus M. Kes selaku Pembantu Dekan III FIP UM dan Harinto, SE selaku KaBag Kemahasiswaan FIP UM. Selain itu teman-teman dari fakultas luar FIP juga turut hadir dalam acara ini. Kegiatan launching ini sendiri berupa penampilan dari tiga bidang seni dalam panggung sederhana berbalut geber hitam didepan gedung D1 FIP UM.

Tema yang diambil yakni KELAHIRAN yang diperankan oleh teman-teman dari Teater Junjung Budoyo, serta diiringi musik oleh Musik Simphony, dan menampilkan unjuk suara oleh teman-teman paduan suara FIP Voice, kemudian acara launching ini ditutup dengan pertunjukan akustik dari Musik Simphony. Tema ini meyakinkan bahwa OPIUM telah resmi ada atau telah lahir untuk berjuang dalam bidang seni di lingkup FIP UM.

Dari kelahiran ini nantinya diharapkan keberadaan OPIUM dihadapan FIP UM khususnya dan di UM pada umumnya bisa semakin berkembang. Selain itu keberadaan OPIUM juga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa yang berkeinginan untuk memajukan kemampuan dirinya. Semoga dengan adanya OPIUM image Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang dari tahun ke tahun baik dari segi akademis maupun kreatifitas bisa lebih baik lagi … amin, amin, amin.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »